Kategori: Suplemen Gym

Rekomendasi suplemen gym yang cocok banget untuk membangun massa ototmu. Semua original terbaik, hanya di BSTORES Indonesia.

  • Tips Membangun & Mempertahankan Otot di Rumah Tanpa Peralatan Gym

    Tips Membangun & Mempertahankan Otot di Rumah Tanpa Peralatan Gym

    Anda pernah mendengar istilah olahraga kalistenik? Memang tidak semua tahu tentang istilah tersebut jika bukan dari kalangan orang yang sangat gemar sekali melakukan olahraga. Untuk itu, bagi Anda yang belum tahu bahwa olahraga kalistenik adalah salah satu olahraga yang bisa Anda lakukan untuk membangun otot. Mungkin selama ini jika Anda sudah sering melakukan olahraga Anda tidak paham jika beberapa gerakan yang sudah Anda lakukan tersebut memang termasuk dalam salah satu gerakan olahraga kalistenik. Dan bahkan ternyata gerakan olahraga kalistenik sering sekali dijadikan sebagai gerakan pemanasan saat melakukan olahraga. 

    Jadi jenis olahraga yang bisa digunakan untuk membangun dan membentuk otot salah satunya dengan melakukan gerakan olahraga kalistenik. Olahraga ini merupakan seperangkat gerakan motorik yang dilakukan dengan cara menggunakan berat tubuh kita. Biasanya beberapa gerakan yang dilakukan adalah terdiri dari gerakan menarik, menerjang dan bahkan ada juga gerakan mendorong dan juga mengangkat tanpa menggunakan alat gym atau alat apapun. Jadi kuncinya adalah semakin sering otot kita bekerja maka massa otot yang akan terbentuk juga akan semakin berat. 

    Melakukan gerakan-gerakan seperti menarik, mendorong dan menerjang memang salah satu bentuk olahraga yang sangat bagus untuk membuat masa otot menjadi semakin besar dan kuat. Dan memang salah satu jenis olahraga yang bisa dilakukan di rumah untuk melatih dan membangun otot supaya lebih kuat. Selain melakukan olahraga kalistenik seperti yang sudah disebutkan di atas, di bawah ini adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk membangun dan mempertahankan otot di rumah tanpa harus melakukan gym: 

    • Lakukan push up 

    Push up merupakan salah satu jenis latihan yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menambah otot tubuh. Tetapi dengan catatan saat Anda ingin melakukan push up pastikan tubuh sedang dalam keadaan fit dan Anda lakukan dengan benar. Tujuannya adalah supaya Anda terhindar dari cedera saat melakukan push up dan tidak terjadi apa-apa dengan otot Anda. Lakukan push up secara rutin dengan catatan Anda juga harus melakukan pemanasan sebelum melakukan gerakan push up. 

    • Penuhi asupan karbohidrat 

    Selain melakukan gerakan push up untuk menambah massa otot penuhi kebutuhan asupan karbohidrat untuk tubuh Anda. Satu hal yang perlu Anda ingat bahwa Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi karbohidrat setelah Anda melakukan latihan. Jadi karbohidrat tersebut adalah sebagai bentuk pengganti energy Anda yang tadi hilang setelah Anda melakukan latihan. Dan dengan begitu tubuh masih memiliki cadangan glukosa yang ada di dalam tubuh. 

    • Konsumsi protein 

    Cukupi kebutuhan protein untuk tubuh Anda, karena memang protein ini sangat penting dan merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar guna menambah massa otot. Namun Anda juga perlu ingat bahwa tidak semua protein bisa digunakan untuk menambah massa otot karena yang dibutuhkan dari protein untuk menambah massa otot hanya kurang lebih 1 gram per 0,5 kg dari berat badan Anda. 

    Dengan melakukan tips-tips yang sudah dilakukan di atas, maka Anda bisa menambah massa otot dan juga mempertahankan otot Anda supaya tetap memiliki massa yang kuat dan bisa membentuk tubuh Anda menjadi lebih atletis. Maka dari itu, sebagai bentuk tindakan tambahan selain kegiatan yang sudah disebutkan di atas, Anda bisa konsumsi produk dari Bstores Cellucor C4 Original 30 Serving Pre Workout yang terbukti ampuh meningkatkan mood dan energy dan baik dikonsumsi sebelum berolahraga

  • Beberapa Jenis Diet yang Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan

    Beberapa Jenis Diet yang Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan

    Memiliki bentuk tubuh yang ideal pastinya menjadi keinginan bagi setiap orang. Karena selain bagus untuk penampilan, memiliki bentuk tubuh ideal juga lebih bagus untuk kesehatan. Mengingat seperti yang kita ketahui, mengalami kelebihan berat badan atau obesitas kerap memicu berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, memang sangat penting untuk mengupayakan agar memiliki berat badan ideal. Untuk mencapai tujuan ini, banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan melakukan diet.

    Diet memang bukan sesuatu yang asing lagi untuk dilakukan oleh para wanita maupun pria agar bisa memiliki berat badan ideal. Ada banyak sekali jenis diet yang bisa dilakukan dan membantu menurunkan berat badan sehingga tubuh menjadi ideal. Namun yang perlu diketahui, tidak semua jenis diet mampu memberikan dampak penurunan berat badan yang konstan dan baik untuk kesehatan. Karena memang ada beberapa jenis diet yang bisa berdampak menurunkan berat badan secara drastis, namun justru membuat kondisi kesehatan semakin baik. Diet jenis ini tentu sebaiknya dihindari.

    Nah, agar bentuk badan ideal bisa didapatkan tanpa harus mengorbankan kesehatan, berikut ini ada beberapa jenis diet yang dipercaya cukup ampuh untuk menurunkan berat badan, antara lain:

    1. Diet mayo.

    Diet mayo merupakan jenis diet untuk menurunkan berat badan yang berfokus dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Pada diet jenis ini, secara khusus pelaku diet dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang rendah karbohidrat tetapi tinggi lemak dengan menyisipkan grapefruit sebagai salah satu menu utama diet. 

    1. Diet tinggi protein.

    Sesuai dengan namanya, pada diet jenis ini pelakunya dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan proteinnya. Akan tetapi di waktu bersamaan harus membatasi konsumsi karbohidrat dari biji-bijian, sayur, buah, dan sereal. Dengan meminimalkan asupan karbohidrat, maka pada diet jenis ini diharapkan mampu membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih cepat. 

    1. Diet ketogenik.

    Diet ketogenik semula diperuntukkan bagi mereka yang menderita epilepsy, terutama anak-anak. Pada diet jenis ini dianjurkan mengkonsumsi banyak lemak untuk menjaga asupan nutrisi. Dimana perbandingannya jika diprosentasekan asupan lemak adalah sebanyak 80%, protein 15%, dan karbohidrat sebanyak 5%. Lemak ini digunakan untuk meningkatkan metabolisme tubuh sehingga berat badan mudah turun.

    1. Diet rendah lemak.

    Selama ini saat menjalani diet banyak orang yang menghindari jenis makanan yang mengandung lemak karena dianggap bisa menyebabkan perut semakin membuncit. Padahal justru lemak dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu sistem metabolisme tubuh bekerja dengan maksimal agar pelaku diet tidak mudah merasa kelaparan. Namun tentunya jenis lemak yang dikonsumsi harus yang sehat dan hindari jenis lemak tak jenuh, seperti dari gorengan, makanan fast food, dll.

    1. Diet nasi.

    Karbohidrat seperti dari nasi menjadi penyumbang obesitas yang cukup tinggi. Namun seperti yang kita ketahui, nasi menjadi makanan pokok sehari-hari sebagian besar masyarakat Indonesia. Sehingga tidak heran cukup mudah membuat berat badan seseorang bertambah, atau bahkan beresiko menderita diabetes tipe 1 dan 2. Agar bisa menurunkan berat badan, Anda bisa melakukan diet nasi. 

    Untuk membantu menurunkan berat badan, sebaiknya didukung dengan melakukan olahraga rutin. Selain itu, juga perlu mengonsumsi suplemen/vitamin yang bisa membantu untuk menurunkan berat badan dan kadar lemak. Bstores memiliki berbagai produk yang Anda butuhkan ini. Dimana produk Bstores memang terbukti 100% asli dan sudah terdaftar BPOM RI. Selain itu dari harga juga sangat bersaing.

  • Apa yang Akan Terjadi dengan Tubuh Jika Kekurangan Vitamin D

    Apa yang Akan Terjadi dengan Tubuh Jika Kekurangan Vitamin D

    Tubuh membutuhkan gizi yang seimbang untuk dapat menjaga kesehatan. Seperti tubuh membutuhkan vitamin lengkap dan tidak kekurangan salah satunya. Karena apabila kekurangan salah satu vitamin maka tentu saja akan membuat tubuh terkena penyakit dan mengalami kondisi tertentu yang disebabkan oleh vitamin tersebut. Hal tersebut juga akan dialami ketika tubuh kekurangan vitamin D. Apabila kekurangan vitamin ini biasanya akan menunjukkan gejala yang tidak spesifik. Akan tetapi umumnya adalah akan dapat membuat sistem kekebalan tubuh lebih lemah.

    Tubuh Anda membutuhkan vitamin D yang perlu untuk dicukupi setiap harinya. Adapun berdasarkan Kementerian Kesehatan, angka kebutuhan gizi untuk vitamin D yang diperlukan adalah 15 mikrogram per hari. Angka tersebut perlu untuk ditepati baik bagi anak-anak hingga orang dewasa. Sedangkan untuk usia lansia lebih dari 65 tahun membutuhkan kebutuhan vitamin D lebih besar yaitu 20 mcg per harinya. Apabila kebutuhan tersebut tidak ditepati maka akan tentunya akan dapat mengganggu kesehatan yang bisa dirasakan.

    Kekurangan vitamin D sendiri merupakan kondisi ketika tubuh mengalami asupan vitamin yang tidak cukup. Biasanya penyebabnya adalah karena kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Selain itu juga karena jarang terpapar sinar matahari yang dapat untuk memberikan vitamin D secara alami. Adapun untuk beberapa penyebab lainnya yang membuat Anda bisa kekurangan vitamin D adalah:

    1. Hal pertama adalah karena mempunyai gangguan atau penyakit yang membuat penyerapan vitamin D terhambat. Seperti misalnya bagi penderita penyakit radang usus dan malabsorpsi.
    2. Penyebab selanjutnya adalah karena mempunyai warna kulit gelap sehingga bisa kekurangan vitamin D.
    3. Penyebab lainnya adalah menderita alergi susu.
    4. Bagi Anda yang mempunyai usia lanjut membutuhkan kandungan vitamin D lebih banyak. Sehingga perlu untuk tetap memenuhinya agar tidak kekurangan vitamin D.
    5. Mengkonsumsi obat tertentu dan menjalani pola makan vegetarian.

    Apabila mempunyai kekurangan vitamin D, tubuh juga akan memberikan gejala atau reaksi yang bisa diperhatikan. Reaksi tersebut akan berbeda bagi anak-anak dan orang dewasa. Dimana untuk anak-anak akan mengalami kaki yang bengkok, pertumbuhan lebih lambat, mengalami nyeri tulang, terlambat tumbuh gigi dan berjalan, dan juga mengalami sesak nafas hingga kejang otot. Sedangkan untuk orang dewasa akan menunjukkan gejala nyeri yang dirasakan pada tulang, punggung, dan nyeri otot. Selain itu juga membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah. Mudah terserang infeksi, tubuh mudah lelah, luka sulit sembuh, rambut rontok, dan juga menunjukkan gejala depresi dan mengalami bad mood.

    Apabila ada tanda-tanda seperti di atas maka sebaiknya segera diatasi. Misalnya dapat menggunakan produk multivitamin sehingga membuat kebutuhan vitamin D dapat tercukupi. Anda bisa menggunakan produk multivitamin dari Bstores yaitu Windmill Vitamin D3. Dengan menggunakan produk multivitamin tersebut akan membantu untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Sehingga hal tersebut akan bermanfaat untuk mencegah berbagai resiko penyakit yang dapat terjadi ketika kekurangan vitamin D. Seperti untuk mencegah peningkatan risiko penyakit radang sendi, penyakit infeksi, osteoporosis, penyakit kardiovaskular, depresi, sakit kepala, demensia, diabetes, obesitas, rambut rontok, bahkan juga kanker. Oleh karena itulah selalu upayakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan gizi seimbang yang dibutuhkan tubuh.

  • Beberapa Penyebab Performa Menurun Pada Saat Berolahraga

    Beberapa Penyebab Performa Menurun Pada Saat Berolahraga

    Guna mencapai bentuk tubuh yang ideal sesuai dengan yang diinginkan maka tidak dapat dipungkiri jika seandainya olahraga menjadi kebutuhan yang sangat penting dan tidak boleh dilewati. Karena dari serangkaian bentuk latihan yang dilakukan tersebut bisa membantu membuat tubuh terbentuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ingin tubuh yang berotot dan juga six-pack misalnya, tentunya bukan sebuah impian belaka jika diimbangi dengan latihan secara tepat. Sebaiknya Anda sendiri melakukan latihan tersebut bersama dengan seorang profesional trainer untuk mendapatkan hasil terbaik.

    Hanya saja memang tidak dapat dihindari, jika seandainya untuk pemula latihan semacam ini terasa cukup berat. Hal yang kerap kali terjadi selama proses latihan ini diantaranya adalah penurunan performa atau istilah lainnya adalah overtraining. Hal ini bisa dirasakan dari beberapa gejala seperti nyeri otot yang tidak kunjung hilang, bahkan setelah lebih dari 72 jam. Kemudian juga kondisi lain yang menyertai yaitu insomnia hingga stress dan penurunan berat badan secara berlebihan.

    Penyebabnya bisa dari beberapa hal, yaitu:

    1. Intensitas latihan yang berlebihan, penyebab yang paling sering tak lain ketika Anda berlebihan dalam melakukan latihan atau istilah lainnya adalah overtraining. Intensitas latihan secara berlebih secara otomatis akan membuat tubuh menjadi mudah lelah. Apalagi bagi yang masih pemula dan dalam tahap adaptasi. Otomatis tidak bisa memforsir/memaksa tenaga langsung untuk latihan yang berat.
    2. Faktor lainnya bisa terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat  cukup setelah melakukan latihan tersebut. Kondisi semacam ini tentunya juga sangat berbahaya, karena jika seandainya ada jaringan tubuh yang mengalami kerusakan seperti ada robekan, sudah pasti sulit untuk menjalani masa pemulihannya.
    3. Kurangnya asupan nutrisi untuk menunjang program latihan tersebut, faktor lainnya yang juga kerap kali terjadi adalah ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Bagaimanapun sebelum melakukan olahraga maka Anda dituntut untuk memiliki bahan bakar tenaga terlebih dahulu. Terus dari mana Anda mendapatkannya? Tentunya dari makanan yang dikonsumsi. Namun jika seandainya jumlah dan jenisnya kurang tepat, besar kemungkinan menyebabkan performa menjadi turun saat tengah berolahraga.

    Lalu bagaimana caranya meminimalisir hal tersebut? Berikut ini yang patut Anda lakukan, yaitu:

    1. Istirahat, cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan beristirahat. Karena bagaimanapun otot Anda juga membutuhkan pemulihan. Jangan dipaksa untuk terus menerus mengangkat beban, karena jika tidak efeknya juga kurang baik. Istirahatlah secara cukup sampai kondisi otot Anda mulai membaik.
    2. Kurangilah intensitas latihan tersebut, turunkan porsinya misalnya ketika biasanya melakukan sebanyak 5 set, maka sekarang cukup 2 atau 3 set saja.
    3. Melakukan pemijatan atau terapi, cara yang satu ini agaknya juga begitu bagus guna merelaksasi otot yang lelah tersebut. ia dapat mengembalikan keseimbangannya seperti sedia kala. Selain pijatan maka juga bisa dilakukan dengan mandi air panas.
    4. Memenuhi asupan kalori dengan tepat, cukupi kebutuhan nutrisi Anda mulai diantaranya adalah karbohidrat, lemak dan yang tak kalah penting adalah protein, apalagi yang dalam tahapan pembentukan massa otot. Anda dapat mengkonsumsi Whey Protein terbaik yaitu dari Bstores.
    5. Susun ulang program latihan tersebut, menghindari program latihan yang terlalu berat dengan yang lebih santai dan juga mengurangi durasinya.

    Itulah diantaranya beberapa cara menyiasati kondisi overtraining tersebut, sehingga aktivitas latihan bisa optimal kembali.

  • Sering Nyeri Otot Setelah Berolahraga? Ketahui Alasannya!

    Sering Nyeri Otot Setelah Berolahraga? Ketahui Alasannya!

    Olahraga merupakan salah satu gaya hidup sehat yang dapat dilakukan dan dijalani dengan rutin. Dengan berolahraga akan mempunyai banyak manfaat yang dirasakan. Mulai dari membuat pola tidur lebih baik dan lebih nyenyak, bisa membuat suasana hati lebih baik, lebih sehat karena bisa meningkatkan imun dan menghindari penyakit, dan juga untuk mendapatkan berat badan ideal. Akan tetapi tidak jarang setelah berolahraga Anda bisa mengalami pegal atau nyeri otot yang dirasakan. Hal tersebut akan membuat badan terasa kaku dan rasa pegal yang timbul keesokan harinya. Rasa tersebut dapat dihindari dengan mengetahui alasan mengapa terjadi nyeri otot yang dirasakan setelah berolahraga. Adapun untuk beberapa alasannya adalah seperti berikut ini:

    1. Kerusakan mikroskopik sel

    Alasan pertama mengapa bisa mengalami nyeri otot dan pegal setelah berolahraga atau Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) adalah karena kerusakan mikroskopik sel. Hal ini dapat timbul karena kegiatan fisik baru yang berat dan baru pertama kali dirasakan. Apabila Anda baru memulai olahraga lagi setelah lama tidak berolahraga, maka sebaiknya tidak memforsir/memaksakan diri. Jangan berolahraga dalam durasi panjang seperti sebelumnya. Karena hal tersebut dapat membuat otot bekerja lebih keras, sehingga membuat kerusakan pada serat otot.

    1. Bisa dialami oleh siapa saja

    Rasa pegal atau nyeri otot setelah olahraga ini tidak hanya bagi Anda yang baru pertama kali olahraga. Akan tetapi hal tersebut juga bisa terjadi pada atlet sekalipun. Bagi Anda yang mengalami nyeri otot ini akan membuat malas dan bisa trauma untuk berolahraga. Padahal kerusakan sel tersebut sifatnya hanya sementara saja dan akan segera membaik dalam beberapa kurun waktu. Apabila Anda ingin menghindari nyeri otot setelah olahraga ini, maka bisa untuk melakukan olahraga dengan rutin agar otot tidak kaget ketika berolahraga.

    1. Jenis olahraga yang menyebabkan DOMS

    Nyeri otot setelah olahraga ini dapat untuk disebabkan oleh banyak jenis olahraga. Dimana olahraga yang menuntut banyak gerak akan lebih mudah untuk menyebabkan nyeri otot yang dirasakan. Seperti jalan kaki, basket, ilmu bela diri, sepeda, dan juga berbagai olahraga lainnya. Kuncinya adalah hal ini dapat terjadi ketika Anda mempunyai latihan lebih lama, lebih berat, dan juga latihan yang berbeda. Sehingga hal tersebut akan bisa menyebabkan nyeri otot yang dialami setelah berolahraga.

    1. Lamanya Waktu saat DOMS terjadi

    Ketika mengalami nyeri otot karena berolahraga sendiri dapat bertahan untuk beberapa waktu. Tergantung dari olahraga dan intensitas yang Anda lakukan. Biasanya DOMS ini dapat  bertahan kurang dari seminggu saja. Dalam tiga hari atau lima hari, nyeri yang dirasakan bisa sembuh dan bisa menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa nyeri yang dialami. Dimana untuk hari pertama atau kedua setelah olahraga akan mempunyai rasa sakit yang paling parah. Tetapi berangsur membaik dan bisa hilang sendiri setelah seminggu.

    Untuk menghindari DOMS sendiri bisa dilakukan dengan cara yang mudah. Seperti tidak perlu untuk melakukan olahraga yang intens. Apabila baru pertama kali olahraga atau baru berolahraga kembali setelah rehat lama, maka tidak perlu untuk berolahraga yang berat dan lama. Anda bisa memulainya dari sedikit demi sedikit, sehingga tidak muncul DOMS. Selain itu Anda juga bisa mengkonsumsi produk yang dapat membantu meningkatkan performa olahraga. Seperti produk Scivation Xtend BCAA dari Bstores yang mempunyai manfaat untuk menambah tenaga waktu latihan, recovery (pemulihan) lebih cepat, dan juga menambah fokus saat berolahraga.